Selasa, 20 Maret 2012

Pengertian Kasih Sayang


Pengertian Kasih Sayang

Pengertian Kasih SayangKasih sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda.

Kasih Sayang dalam Keluarga
Keluarga adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya yang berbeda. Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara anggota keluarganya yang diikat dengan berbagai sistem nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
1. Kebutuhan Akan Rasa Kasih Sayang
Kasih sayang adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan , dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang mempunyai sikap yang berlawanan.
2. Kebutuhan Akan Rasa Aman
Seorang anak merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan keluarganya. Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan keluarganya pada umumnya akan merasa bahagia dan aman.
3. Kebutuhan Akan Harga Diri
Setiap anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa ia ingin diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya.
4. Kebutuhan Akan Rasa Kebebasan
Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas dan memiliki teman bergaul.
5. Kebutuhan Akan Rasa Sukses
Setiap anak ingin merasa bahwa apa yang diharapkan dari padanya dapat dilakukan sesuai dengan keinginan orang tuanya, karena rasa sukses yang dicapai pada waktu kecil akan berpengaruh pada kehidupan kelak.
6. Kebutuhan Akan Mengenal Lingkungan
Kebutuhan anak akan mengenal lingkungannya merupakan salah satu faktor yang penting dalam memberikan rasa bahwa ia memiliki potensi , orang tua harus memperhatikan hal ini dalam mendidik anaknya.
Kasih Sayang dalam Kehidupan Bertetangga
Dalam kehidupan masyarakat pemerintahan yang terkecil adalah rukun tetangga (RT) yang berperan dimana orang-orang yang hidup disekitar wilayahnya tersebut berusaha untuk membuat semacam keteraturan.
Kehidupan yang dicita-citakan akan terlaksana apabila setiap komponen menyadari betapa pentingnya kehidupan yang penuh keteraturan, dan berusaha menjalankan ketentuan yang berlaku.
Nilai yang paling pokok harus dimiliki oleh disetiap anggota oleh suatu kelompok masyarakat adalah adanya rasa memiliki satu sama lainnya, rasa saling mencintai serta rasa saling keterikatan akan menjadikan rasa sadar bahwa kehidupannya akan selalu saling memperhatikan dan tepo seliro serta tidak akan mementingkan diri sendiri.
Organisasi kemasyarakatan mempunyai corak yang bermacam-macam dalam mengembangkan segi sosial dari kehidupan pemuda. Melalui organisasi pemuda berkembanglah kesadaran nasional, kecakapan-kecakapan didalam pergaulan dengan sesama kawan dan sikap yang tepat didalam hubungan antar manusia. Organisasi kewaspadaan seperti Pramuka, PMR, Karang Taruna, dan sebagainya, dapat menumbuhkan sikap dan prilaku kasih sayang sesama anggota. http://id.shvoong.com/lifestyle/family-and-relations/2261395-pengertian-kasih-sayang/#ixzz1peKiX2Vz

Kasih-sayang yang dicari

Yang manakah Anda, seorang pengasih ataukah seorang penyayang?
Yang manakah pula Anda, seorang kekasih ataukah seorang yang disayang?
Selanjutnya, lebih disukai yang manakah, disayangi atau dikasihi?
Sahabat-sahabat milist yang budiman,
 
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya ajukan kepada remaja, suatu kelompok 
masyarakat yang demikian lekat dengan duet kata kasih-sayang.  Dalam pengamatan 
sederhana saya; kata kasih-sayang telah sangat mendominasi perbincangan, 
dinamika, sudut pandang dan aktivitas kehidupan remaja. Dalam salah satu edisi 
curhat (curahan hati) sebuah radio di Bekasi, saya mendengar isak pilu seorang 
putri remaja yang patah hati : "ustadz, hati saya hancur.  Saya tidak tahu 
lagi, untuk apa hidup ini. Ingin rasanya saya mengakhiri hidup ini. ustadz....."
Dengan sembrono, saya menyimpulkan bahwa, dunia remaja hanya diwakili oleh dua 
kata, yaitu kasih-sayang.
 
Sebenarnya, saya sangat berbahagia, ketika mengetahui bahwa banyak pribadi yang 
memasuki masa pertanggung-jawaban (akhil-baligh), sangat dekat dan 
mengeksplorasi rasa dan makna kata kasih-sayang.  Bukan kata yang lain seperti 
uang, politik, jabatan, rumah dan lain sebagainya.  Itu juga artinya, secara 
naluri mereka harus memiliki pemahaman yang benar dan kokoh atas pondasi 
kehidupan ini.
 
Tapi, dari manakah sebenarnya mereka belajar tentang rasa, makna, pengertian 
dan sudut pandang kata kasih-sayang?  Disini letak krusial sebenarnya.  Para 
remaja tidak mendapatkan teladan, pengajaran, pendidikan, pengetahuan dan 
bimbingan tentang kasih-sayang yang benar - dari orang tua, guru, pendidik, 
LSM, pemerintah, konsultan, da'i, saudara atau teman dekatnya.  Mereka 
dibiarkan mengeksplorasi diri secara liar tentang kasih-sayang.  Adalah tidak 
mengherankan, lahirlah fenomena Valentine-days.  Sehingga adalah tidak 
mengejutkan, ketika sudut pandang seks bebas bercampur manis dengan 
kasih-sayang.
 
Sesuatu yang sedang dinikmati, tidak akan dicari.  Hanya sesuatu yang hilang, 
yang berupaya keras dicari.
 
Saya menemukan, pada keluarga-keluarga yang dipimpin oleh ayah yang 
berkasih-sayang, diarahkan oleh ibu yang berkasih-sayang; tidak ditemukan 
serang remaja yang begitu haus akan kasih-sayang.  Remaja ini, tidak lagi 
mencari kasih-sayang dipesta valentine, hingar bingar pesta ulang tahun, 
semarak diskotik, kemeriahan tahun baru, asyik masyuk malam minggu dan 
keramahan klub gaul.  Mereka telah menikmatinya setiap hari di rumah mereka.
 
Lihatlah para remaja gaul yang terjerembab dalam carut marut dunia malam, dunia 
hiburan, lorong gelap narkotika, terseret pergaulan seks bebas, terpukaukan 
hingar selebritas, terpenjara ikatan komunitas, terpasung dalam nafsu 
keburukan, terhasut dalam kesemuan dan takjub dengan kepercayaan diri yang 
aromatik.  Mereka dengan kalap dan tak beraturan, berhamburan seperti laron 
mencari titik-titik cahaya di malam hari.  Beberapa mati tersengat panas api, 
beberapa patah sayapnya, beberapa dimangsa unggas, beberapa terseret arus kali, 
beberapa terinjak mati (seperti 11 orang remaja dalam pesta miras underground - 
Gedung Asia Africa Cultural Centre Bandung).  Jadilah mereka yang sedang 
berjalan limpung dalam kebingungan, disergap pemangsa berwajah keburukan. 
 
Sahabat-sahabat milist yang baik,
 
Sebenarnya, mereka semua sedang mencari sesuatu yang hilang, yaitu kasih-sayang 
sejati kehidupan.
Padahal mereka seharusnya menemukannya ditempat-tempat yang baik seperti 
keluarga, sekolah, masjid dan lembaga-lembaga masyarakat.
 
Kasih sayang adalah pembangun kasih sayang. (Mario Teguh)
 
Untuk membangun kepribadian remaja yang berkasih-sayang, prasyarat utamanya 
adalah pendidik yang berkasih-sayang. Siapakah pendidik mereka itu?
 
Seorang ayah-ibu, adalah pendidik terdekat mereka.  Kapankah Anda (ayah atau 
ibu) menjadi pendidik kasih sayang yang meneladankan kasih-sayang di rumah, 
sehingga mereka menjadikan rumah sebagai base-camp yang hangat, tempat yang 
paling aman serta nyaman di dunia mereka?
 
Para pengemudi (bukan hanya sopir) di jalan raya, adalah pendidik mereka di 
perjalanan.  Kapankah kita menjadi pendidikan yang inspiratif bagi mereka dalam 
berkasih-sayang di perjalanan dengan menaati rambu-rambu dengan tertib, santun 
pada penyeberang jalan, tertib dalam antrian, menjunjung tinggi etika 
berkendara, berdialog santun dalam menyelesaikan perkara kecelakaan lalu 
lintas, tidak menyogok aparat jika melanggar, tidak menghardik pada yang 
tergesa, menjaga lisan dari sumpah serapah?
 
Para guru di sekolah, adalah pendidik profesional yang dipercaya.  Telah begitu 
banyak orang tua yang memercayakan begitu saja pendidikan putra-putrinya kepada 
guru-guru di sekolah.  Apakah Anda telah sangat tulus melihat keingintahuan 
yang terbungkus cara kuno menarik perhatian - dengan kenakalan?  Apakah Anda 
telah menilai dengan jujur dan menasihatkan upaya-upaya perbaikan dalam balutan 
selimut hangat kasing-sayang?  Apakah Anda menebarkan dengan adil perhatian ke 
seluruh siswa?  Apakah Anda melihat mereka sebagai tunas-tunas bangsa yang akan 
mewarisi masa depan bangsa ini, bukan sebagai obyek kapitalisme ekonomi?  
Apakah Anda telah memastikan dalam wajah, sikap, bicara dan tatapan Anda; 
terlihat jelas kasih-sayang yang meluluhkan hati?
 
Para pengurus DKM, pengurus RT, aparat pemerintah, birokrat adalah pendidik 
yang mendapatkan kewenangan publik.  Apakah Anda telah meneladankan 
bentuk-bentuk lembut, halus, tegas, berwibawa, kuat, simpatik; kepemimpinan 
publik dan kebijakan program yang nuansa kasih-sayangnya demikian mudah 
dirasakan?
 
Anda adalah pendidik lepas sebagai blogger, komentator, penulis; apakah telah 
menjadikan rona kasih-sayang sebagai warna terkuat pesan-pesan Anda?  Apakah 
pilihan kata-kata Anda adalah wakil-wakil perasaan kasih-sayang Anda yang 
tulus, atau sekedar letupan emosi kasar ketidak-puasan?
 
Kita tidak akan pernah dapat menuntut perhatian dan kasih sayang ada pada 
remaja, bila kita tidak memulai yang kita tuntut.
Maka, marilah kita meneladankan kasih-sayang yang sesungguhnya.  Bukankah 
bahasa kasih-sayang itu demikian mudah?
 
Sahabat-sahabat milist yang berkasih-sayang,
 
Terima kasih yang dalam atas kesediaan Anda menerima tulisan di atas.  Semoga 
dapat menemani kehangatan keluarga Anda di akhir pekan yang membahagiakan ini
Pendapat
Menurut saya kalaw kasih sayang itu bukan hanya untuk keluarga,kekasih,sahabat dan tuhan kasih saying bias di berikah kepada setiap manusia yang ada di mukabumi ini tak terkecuali untuk siapapun bahkan tak mengenal dari golongan mau itu kaya atou pula golongan miskin. Jadi kasih saying adalah milik semua orang.
Maka oleh sebab itu sayangilah seorang yang di sekitar kita sebelum terlambat,sebelum orang yang kita sayangi meninggalkan kita, yang paling penting adalah sayangilah kedua orang tua kita karena sebab mereka pula kita di lahirkan di dunia ini dan mereka pula lah yang membesarkan kita dari kecil hingga sebesar sekarang ini.
Nah selain kita harus menyangi kedua orang tua kita kita juga harus menyangi anak atupun istri/suami apa bila yang sudah memiliki istri/suami dan anak karena itu adalah titipan sang ilahi yakni ALLOH SWT. Jadi jagalah amanah yg di berikan oleh tuhan jangan lah di siasiakan. Karena jika tuhan sudah berkehendak lain maka kita akan menyesal di akhir nanti karena penyesalan datangnya belakangan.
Masih banyak di dunia ini yang harus kita sayangi. Karena menurut sayah hidup tampa kasih saying  bagaikan hidup di dunia ini bagaikan berjalan tanpa penerangan secercah cahaya sedikit pun.
 Dan kasih sayang seseorang bias muncul secara tiba-tiba tidakbisa di tebak di mana pun kita berada pasti di situ aka nada kasih saying mau kita di Masjid, jalan, rumah atou kemanapun kita pasti aka ada kasih saying karena tampa kasih saying kita takan bias hidup.




Nama       : Robiyanto
NPM         : 26111424
Kelas        : 1KB03

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar